Kurikulum matematika sekolah tahun 2004 yang lebih dikenal sebagai kurikulum berbasis kompetensi mengamanatkan kepada setiap pelaku pembelajaran matematika, dalam hal ini guru dan siswa, agar senantiasa mengarahkan aktivitas belajar matematika di sekolah pada pencapaian standar-standar kompetensi, yaitu meliputi: (1) memahami dan menerapkan konsep, prosedur, prinsip, teorema, dan idea matematika, (2) menyelesaikan masalah matematika (mathematical problem solving), (3) melakukan penalaran matematika (mathematical reasoning), (4) melakukan koneksi matematika (mathematical connection), (5) melakukan komunikasi matematika (mathematical communication).
Melakukan komunikasi matematika merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran matematika yang indikatornya sebagai berikut.
(1) Komunikasi Matematika atau Komunikasi dalam Matematika untuk Siswa Setingkat SD
Menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam idea matematika
Menjelaskan idea, situasi dan relasi matematika, secara lisan atau tulisan, dengan benda nyata, gambar, grafik, dan aljabar.
Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika
Mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika
(2) Komunikasi Matematika atau Komunikasi dalam Matematika untuk Siswa Setingkat SMP
Membuat model dari suatu situasi melalui lisan, tulisan, benda-benda konkret, gambar, grafik, dan metode-metode aljabar
Menyusun refleksi dan membuat klarifikasi tentang idea-idea matematika
Mengembangkan pemahaman dasar matematika termasuk aturan-aturan definisi matematika
Menggunakan kemampuan membaca, menyimak, dan mengamati untuk menginterpretasi dan mengevaluasi suatu idea matematika
Mendiskusikan idea-idea, membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan definisi, dan generalisasi
Mengapresiasi nilai-nilai dari suatu notasi matematis termasuk aturan-aturannya dalam mengembangkan idea matematika
(3) Komunikasi Matematika atau Komunikasi dalam Matematika untuk Siswa Setingkat SMA
Menyusun refleksi dan membuat klarifikasi tentang idea-idea matematika
Menyusun formulasi dari definisi-definisi matematika dan membuat generalisasi dari temuan-temuan yang ada melalui investigasi
Mengekspresikan idea-idea matematika secara lisan dan tulisan
Membaca dengan pemahaman suatu presentasi matematika tertulis
Menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari
Seperti disebutkan di atas, salah satu bentuk komunikasi matematika adalah kegiatan membaca matematika. Membaca matematika memiliki peran sentral dalam pembelajaran matematika. Sebab, kegiatan membaca mendorong siswa belajar bermakna secara aktif. Istilah membaca diartikan sebagai serangkaian keterampilan untuk menyusun intisari informasi dari suatu teks. Rossenblatt (dalam Elliot dan Kenney, Eds., 1996) mengemukakan pendapatnya yang ia sebut teori membaca transactional (transactional theory of reading), yaitu bahwa selama kegiatan membaca, pembaca membentuk dan dibentuk secara aktif oleh teks. Ini berarti bahwa pembaca tidak hanya sekedar menarik arti dari teks tetapi juga menggunakan pengetahuannya, minatnya, nilainya, dan perasaannya untuk mengembangkan makna.
Kemampuan mengemukakan idea matematika dari suatu teks, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan merupakan bagian penting dari standar komunikasi matematika yang perlu dimiliki siswa. Sebab, seorang pembaca dikatakan memahami teks tersebut secara bermakna apabila ia dapat mengemukakan idea dalam teks secara benar dalam bahasanya sendiri. Karena itu, untuk memeriksa apakah siswa telah memiliki kemampuan mambaca teks matematika secara bermakna, maka dapat diestimasi melalui kemampuan siswa menyampaikan secara lisan atau menuliskan kembali idea matematika dengan bahasanya sendiri.






kangguru berkata,
April 25, 2007 @ 1:28 pm
fyuh membaca saja sulit
wargabanten berkata,
April 27, 2007 @ 12:12 pm
waduh, pak guru ternyata hoby matematik juga ya… jangan2 Anggara Belanja Ibunya di hitung juga secara matematik…
Tapi Gak Pa2 kok Belanja Ibu di hitung secara matematik…. Asal rumus Matematik nya JANGAN PENGURANGAN saja ya? Bisa tekor nanti ..
Salam >:D
rbaryans berkata,
April 30, 2007 @ 10:38 am
@wargabanten
waduh…
kurang sih nggak cuma tekor…
chandra berkata,
Mei 10, 2007 @ 3:17 pm
mudahan-mudahan cuma oemar bakrie yg merasakan…
tp nyatanya..!!!!! kita semua….. ayo semangat pa/bu guru.
mathematicse berkata,
Mei 18, 2007 @ 6:39 pm
Pak Guru, saya termasuk produk kurikulum 1994 nih. Jadinya gemana dong?
rbaryans berkata,
Mei 26, 2007 @ 11:56 pm
@mathematicse
ya ga gimana-gimana…
ilmu itu selalu bermanfaat kan walau produk lama he he he
hukawarai berkata,
April 4, 2008 @ 6:21 am
Pembelajaran Matematika sebenarnya adalah pembelajaran yang aktif karena sifat matematika yang hierarkis artinya materi yang telah dipelajari tetap diperlukan untuk mempelajari materi selanjutnya. Matematika juga bersifat analisis dan logis sehingga diharapkan dalam pembelajaran diusahakan peserta didik menggali sedalam-dalamnya pengetahuan-pengetahuan dari materi yang sedang dipelajari (analisis) dengan tetap memegang nalar sehingga hasilnya tetap sesuai dengan pola pikir yang logis.
siti khayaroh berkata,
April 9, 2008 @ 7:28 am
belajar Matematika itu unik. banyak orang bilang matematika sulit dan merupakan ilmu yang rumit. tapi ada juga yang bilang matematika adalah dasar dari segala ilmu, jadi yang benar itu sulit atau penting? bagi mereka yang merasa sulit mungkin karena belum memahami konsep atau definisi dari apa yang dipelajari-matematika-secara riil. dan bagi yang merasa penting karena apa yang dipelajari dari matematika dapat dikorelasikan dengan realitas dunia. dari situ mungkin perlu dibangun paradigma awal untuk pembelajaran matematika. seperti yang telah disebutkan dalam kurikulum matematika 2004 untuk tingkat SD seyogyanya mampu untuk Menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam idea matematika. karena baresal dari titik inilah rasa suka atau tidak akan muncul. perlu dimengerti juga bahwasannya obyek pembelajaran matematika memang pada dasarnya bersifat abstrak, tapi bisa dimulai pada hal-hal yang konkrit. jadi pembentukan mental belajar sejak dini merupakan kunci utama. SUKSES TO PARA PECINTA MATEMATIKA.
TETEP SEMANGAT NGGEH…………………
siti khayaroh berkata,
April 9, 2008 @ 7:42 am
belajar Matematika itu unik. banyak orang bilang matematika sulit dan merupakan ilmu yang rumit. tapi ada juga yang bilang matematika adalah dasar dari segala ilmu, jadi yang benar itu sulit atau penting? bagi mereka yang merasa sulit mungkin karena belum memahami konsep atau definisi dari apa yang dipelajari-matematika-secara riil. dan bagi yang merasa penting karena apa yang dipelajari dari matematika dapat dikorelasikan dengan realitas . dari situ mungkin perlu dibangun paradigma awal untuk pembelajaran matematika. seperti yang telah disebutkan dalam kurikulum matematika 2004 untuk tingkat SD seyogyanya mampu untuk Menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam idea matematika. karena barasal dari titik inilah rasa suka atau tidak akan muncul. perlu dimengerti juga bahwasannya obyek pembelajaran matematika memang pada dasarnya bersifat abstrak, tapi bisa dimulai pada hal-hal yang konkrit. jadi pembentukan mental belajar sejak dini merupakan kunci utama. SUKSES TO PARA PECINTA MATEMATIKA.
TETEP SEMANGAT NGGEH…………………
harnoto berkata,
Juni 9, 2008 @ 4:12 am
memang belajarmatematika itu susah kalo bagi mereka yang gak suka matematika, tapi menyenangkan bagi orang yang hobinya ngitung. tetapi dari semua itu memang sulit mengkomunikasikan matematika dalam bahasa lisan. hal ini membutuhkan latihan dan keberanian dalam mengungkapkannya. semoga kita selalu rajin berlatih ngomong khususnya dalam belajar matematika. trim’s yaaaaaaaa……………………………
Suhe berkata,
November 1, 2008 @ 3:00 am
Matematika kan memang produk lama..jadi ga jadi masalah walaupun produk 2004. Toh yang kita pelajari emang produk lama. Iya gak? Coba sejak kapan tuh 2 x 3 hasilnya 6 ? ….hwe..hwe…..hwe….
Sejak terjadi peradaban tukar menukar (barter) kebutuhan pada waktu itu agar bertahan hidup…
Tetapi dari dulu juga 2 x 3 hasilnya tidak mesti 6, karena tergantung berapa basisnya….heu….
zahra berkata,
November 21, 2008 @ 3:35 pm
matematika memang indah….. ya iyaa-lah… matematika itu seni, estetika.
matematika selalu dinamis….. selalu sesuai dengan perkembangan zaman. ga pernah ada basinya.
matematika realistis… itu sangat menyenangkan, karena pembelajaran jadi begitu bermakna. matematika yang abstrak-pun mengesankan, merupakan fatamorgana unik yang selalu membuat penasaran. matematika mengajari dan melatih qt ttg bgmna bersabar(tidak sembrono&emosi dlm menyelesaikan soal/setiap persoalan dalm hdp qt), teliti (membaca dan menganalisis dg bnr setiap soal/maslah yg timbul dalm khdpan), berpikir logis&kritis (mencari alternatif jawaban yang mungkin/sesuai dg soal/permasalahan), membuat solusi dg bijak ( memilih penyelesaian yang tepat untuk setiap soal/permasalahan), kreatif, praktis, tepat waktu, de el-el…
gimana…..??? masih ragu belajar matematika….??!!!
mulai dari sekarang, mulai dengan niat positif, dengan selalu berpikir positif. Selamat Menikmati Keindahan Matematika……………………………
sriudin berkata,
Desember 27, 2008 @ 1:51 pm
Terima kasih banyak atas artikelnya…
Sangat berguna sekali untuk saya yang masih kuliah, mg bisa diterapkan disekolah.
terus berkarya…..
http://www.s1pgsd.blogspot.com
Silahkan gunakan dengan sebaik-baiknya, namun jangan lupa sebutkan sumbernya ya pak/mas…
Hotib Rizal Fauzi berkata,
Januari 8, 2009 @ 4:24 am
Matematika adalah ilmu yang mampu memperjelas apa yang tidak jelas dalam kehiduan ini…??
Tidak semua demikian…
namun dapat mereduksi sesuai dengan semesta pembicaraan
Nah loh bingung kan?!!
syahputra berkata,
Mei 26, 2009 @ 2:53 am
nama saya syahputra sekarang saya lagi membuat proposal yang berjudul pengaruh komunikasi matematika terhadap hasil belajar siswa smp kelasv11 smtr ganjil,saya sangat terkesan setelah membc artikel ini.
syahputra berkata,
Mei 26, 2009 @ 2:56 am
nama saya syahputra sekarang saya lagi membuat proposal yang berjudul pengaruh komunikasi matematika terhadap hasil belajar siswa smp kelasv11 smtr ganjil,saya sangat terkesan setelah membc artikel ini.saya juga merasa terpacu untuk untuk lebih semangat la untuk menyelesaikan proposal saya ini.makasih ya untuk artikelnya
Azka berkata,
Juni 1, 2009 @ 10:18 pm
BERIKAN CONTOH BAHAN AJAR YANG MENGANDUNG KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA.SAYA INGIN LEBIH PAHAM
Sitie berkata,
Oktober 22, 2009 @ 1:41 pm
Ma acih tulisannya….
tantu tie bwt presentasi minggu depan…..