(Bagian Kedua)
4. Bagaimana merumuskan indikator berdasarkan materi pembelajaran?
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
Indikator merupakan Kompetensi Dasar yang lebih spesifik. Apabila serangkaian indikator dalam satu Kompetensi Dasar sudah dapat dicapai oleh siswa, berarti target Kompetensi Dasar tersebut sudah terpenuhi.
Untuk merumuskan indikator perlu diperhatikan:
• Mengacu pada kompetensi dasar dan materi pembelajaran
• Kata kerja operasional sama atau lebih rinci dari kata kerja operasional pada kompetensi dasar
• Tiap kompetensi dasar bisa dibuat tiga atau lebih indikator
• Cakupan lebih sempit dibanding kompetensi dasar
• Cakupan materi lebih sedikit dibanding dengan standar kompetensi.
• Tiap indikator dapat dibuat tiga atau lebih butir soal
Perbendaharaan kata kerja operasional yang beragam akan sangat membantu guru dalam merumuskan indikator berdasarkan kompetensi dasarnya.
5. Bagaimana merancang asesmen pembelajaran berdasarkan indikator pembelajaran?
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. enilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hakikat pola penilaian yang dikembangkan dalam Kurikulum yang berbasis kompetensi lebih diarahkan pada pengukuran yang seimbang pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, serta menggunakan prinsip berkesinambungan dan autentik guna memperoleh gambaran (profiles) keutuhan prestasi dan kemajuan belajar siswa.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
d. Pemilihan bentuk penilaian dalam silabus, seperti: penilaian tertulis (paper and pencil), produk (product), unjuk kerja (performance), proyek (project), dan portofolio (portfolio) harus memperhatikan kemampuan-kemampuan yang dapat mendorong kemampuan penalaran dan kreativitas siswa serta sesuai dengan ciri khas dari mata pelajaran yang bersangkutan.
e. Penulisan bentuk penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam pembuatan soal-soalnya.
f. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
g. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
h. Penilaian mengacu kepada tujuan dan fungsi penilaian, misalnya pemberian umpan balik, pemberian informasi kepada siswa tentang tingkat keberhasilan belajarnya, memberikan laporan kepada orang tua.
i. Penilaian mengacu kepada prinsip diferensiasi, yakni memberikan peluang kepada siswa untuk menunjukkan apa yang diketahui, yang dipahami, dan mampu dilakukannya.
j. Penilaian tidak bersifat diskriminasif (tidak memilih-milih mana siswa yang berhasil dan mana yang gagal dalam menerima pembelajaran).
Perlu dipertegas tentang penilaian dalam arti asesmen dan penilaian dalam arti evaluasi.
§ Penilaian dalam arti Asesmen merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa baik perorangan maupun kelompok yang diperoleh melalui pengukuran. Tujuannya untuk menganalisis atau menjelaskan unjuk kerja/prestasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait, dan mengefektifkan penggunaan informasi untuk mencapai tujuan pendidikan
§ Penilaian dalam arti evaluasi merupakan serangkaian kegiatan penilaian keseluruhan program mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai dengan pengawasan. Misalnya, evaluasi dari program yang meliputi kurikulum, asesmen, pengadaan dan peningkatan guru, manajeman pendidikan, dan reformasi pendidikan.
![]()

Kuis: digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat, bentuknya berupa isian singkat, dan dilakukan sebelum pelajaran.
Ulangan harian: dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi, untuk mengungkap penguasaan pemahaman, sampai evaluasi, atau untuk mengungkap penguasaan pemakaian alat atau suatu prosedur.
Tugas individu: dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap siswa dan dapat berupa tugas rumah. Tugas individu dipakai untuk mengungkap kemampuan aplikasi sampai evaluasi atau untuk mengungkap penguasaan hasil latihan dalam menggunakan alat tertentu, melakukan prosedur tertentu.
Tugas kelompok: digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Jika mungkin kelompok siswa diminta melakukan pengamatan atau merencanakan sesuatu proyek menggunakan data informasi dari lapangan.
Ulangan blok : dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam satu waktu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahman sampai evaluasi
Ulangan semester : digunakan untuk menilai ketuntasan penguasaan kompetensi pada akhir program semester. Kompetensi yang diujikan berdasarkan kisi-kisi yang mencerminkan kompetensi dasar yang dikembangkan dalam semester yang bersangkutan. Dari aspek kognitif untuk mengungkap mengingat sampai evaluasi. Untuk aspek psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester.
Ulangan kenaikan : digunakan untuk mengetahui ketuntasan siswa untuk menguasai materi dalam satu tahun ajaran. Pemilihan komptensi ujian harus mengacu pada kompetensi dasar, berkelanjutan, memiliki nilai aplikatif, atau dibutuhkan untuk belajar pada bidang lain. Untuk keterampilan psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester
Laporan kerja praktik atau laporan praktikum: dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya, seperti Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa.
Responsi atau ujian praktik: dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya, seperti Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa yaitu untuk mengetahui penguasaan akhir baik dari aspek kognitif maupun psikomotor.
Paper and Pencil Tes
Tes tertulis (Paper and Pencil Tes) merupakan bentuk penilaian yang digunakan dengan menyajikan sejumlah pertanyaan dan menggunakan jawaban tertulis sebagai bukti tingkat pencapaian pengetahuan, kompetensi, pemahaman, dan sikap siswa secara perorangan.
Performance Assessment
Penilaian kinerja/penampilan (Performance assessment) adalah penilaian yang menuntut siswa melakukan tugas dalam bentuk perbuatan yang dapat diamati oleh guru. Misalnya, tes percobaan, praktek olahraga, menyanyikan lagu, memperagakan, atau berpidato.
Project Assessment
Asessmen penugasan atau proyek merupakan tugas yang harus dikerjakan siswa yang memerlukan waktu relatif lama dalam pengerjaannya. Penugasan ini dimaksudkan untuk menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam mengintegrasikan seluruh pengetahuan yang telah diperoleh dalam bentuk laporan atau karya tulis.
Product Assessment
Asesmen produk atau hasil karya (Product Assessment) merupakan penilaian terhadap hasil yang nyata dari usaha siswa yang produknya bisa berupa gambar, tulisan, atau konstruksi.
Portfolio
Portofolio merupakan sajian informasi atau data yang berupa kumpulan pekerjaan siswa sebagai bukti usaha, perkembangan, dan kecakapan siswa dalam satu bidang atau lebih selama periode tertentu yang disusun secara sistematis (Paulson dalam Masjudi, 2002).
Jawaban singkat. Pertanyaan yang jawabannya tidak terlalu terurai, cukup dengan satu langkah saja tanpa beberapa proses dan pengetahuan prasyarat yang rumit-rumit.
Contoh
Nyatakan bilangan 3-4 dalam bentuk pangkat bulat positif !
Tulislah beberapa contoh perkalian berulang !
Benar – Salah. Soal yang disajikan dalam bentuk pernyataan (stem) yang mengandung nilai kebenaran benar atau salah.
Contoh
B – S Grafik fungsi kuadrat untuk domain pada bilangan bulat berbentuk parabola
Pilihan ganda. Soal yang disajikan terdiri dari pokok soal (Stem) tentang permasalahan dan menyertakan sejumlah pilihan atau kemungkinan pilihan (option)
Contoh
Jika ditentukan koordinat titik-titik A(1,0), B(3,2), C(5,0), dan D(3,6) maka segiempat ABCD yang terbentuk berupa …
a. persegipanjang b. persegi c. layang-layang d. Trapezium
Pilihan ganda komplek. Berbedanya dari pilihan ganda biasa, dalam ragam pilihan ganda komplek alternatif jawaban yang benar bisa lebih dari satu.
Contoh
Deret 6 + 3 + 1,5 + …
Jika Sn menyatakan jumlah n suku pertama, maka
(1) jumlah enam suku pertama sama dengan 11,8
(2) bedanya sama dengan 3
(3) jumlah tak hingga suku yang pertama adalah 12
(4) rasionya sama dengan 3
Hubugan antarhal. Soal yang disajikan terdiri atas dua pernyataan yang dihubungkan dengan kata sebab. Kedua pernyataan itu dapat benar atau salah, atau dapat pula yang salah satu saja yang benar. Bila kedua pernyataan benar, maka perlu diperhatikan apakah terdapat hubungan sebab akibat?
Contoh
Suatu segiempat disebut jajargenjang
SEBAB
Pasangan sisi-sisinya yang berhadapan sama dan sejajar
Uraian bebas. Soal uraian yang jawabannya bebas terurai. Diperlukan pedoman penskoran dan tingkat berpikirnya diukur sampai tingkat tinggi.
Contoh
Persamaan kuadrat x2 -2x -15 = 0 mempunyai dua akar Real dan berlainan. Carilah akar- akar persamaan itu!
Uraian objektif. Soal uraian yang jawabannya sudah pasti. Diperlukan pedoman penskoran. Tingkat berpikirnya diukur sampai tingkat tinggi
Contoh
Rasionalkan penyebut pecahan
dengan menggunakan sekawan pecahan itu !
Pertanyaan lisan di kelas: digunakan untuk mengungkap penguasaan siswa tentang pemahaman konsep, prinsip, atau teorema.
Contoh
Sebutkan beberapa contoh kalimat, kalimat terbuka, dan kalimat tertutup !
Peristilahan dalam penilaian berupa bobot, skor, dan nilai perlu dipahami kembali agar jelas bedanya.
Bobot (weight)
Berupa bilangan yang dikenakan terhadap setiap butir soal yang nilainya ditentukan berdasarkan usaha testi dalam menyelesaikan soal. Bobot dipengaruhi oleh derajat kesukaran dan waktu penyelesaian soal tersebut.
Skor
Bobot untuk setiap butir soal disebut skor
(skor aktual, skor minimal aktual, skor maksimal, skor minimal ideal, skor maksimal ideal)
Nilai
Hasil pengolahan skor mentah yang menggunakan aturan dan kriteria tertentu sehingga dapat diinterpretasikan disebut nilai.
(kualitatif atau kuantitatif)
Kegiatan penskoran :
a) Mempertimbangkan kadar kesulitan dan waktu penyelesaian soal
Soal sulit biasanya perlu waktu lama, tetapi tidak setiap soal yang waktunya lama memiliki kadar kesulitan yang tinggi. Contohnya, soal SPL 3 atau 4 variabel yang elementer. Jika prinsip penyelesaian SPL 2 variabel dikuasai maka dapat dengan mudah diselesaikan, tetapi waktunya lebih lama.
b) Penskoran tes tipe subyektif
Untuk mengurangi unsur subyektivitas dan perbedaan hasil pemeriksaan yang mencolok, pembuat soal perlu menyusun rambu-rambu penilaian dalam bentuk point methode (pembobotan) atau Rating methode ( rubrics atau kartu evaluasi).
§ Pembobotan (point methode)
Setiap jawaban dibandingkan dengan jawaban ideal yang telah ditetapkan dalam kunci jawaban
§ Penskoran bertingkat (Rating methode)
Setiap jawaban testi ditempatkan dalam salah satu kelompok yang sudah dipilah-pilah berdasarkan mutunya saat jawaban tersebut dibaca. Bentuknya: Rubrics (Scoring Holistic Rubrics) dan Kartu Evaluasi
Bagian penting dari kegiatan penilaian adalah pelaporan hasil penilaian. Administrasi yang dilaporkan berupa :
§ Hasil penilaian berbagai jenis tagihan, baik penilaian bersifat formatif maupun penilaian sumatif yang meliputi tugas-tugas, pekerjaan rumah, kuis, ulangan harian, ulangan blok, dan lain-lain.
§ Profil hasil belajar
§ Semua hasil penilaian dan profil hasil belajar itu dikumpulkan sebagai bentuk portfolio siswa.
Laporan hasil belajar siswa mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif berupa kemampuan dalam mata pelajaran, yaitu kemampuan berpikir. Aspek psikomotor merupakan keterampilan dalam mengerjakan tugas tertentu misal melaksanakan praktek atau membuat karya. Aspek afektif berupa minat siswa pada mata pelajaran, kelakuan, kebersihan, dan disiplin.
Informasi pencapaian kompetensi dasar aspek kognitif dan aspek psikomotor dinyatakan dengan skor dan penjelasan kompetensi dasar yang telah dicapai dan yang belum.
Tidak semua mata pelajaran memiliki aspek psikomotor, sehingga hanya mata pelajaran tertentu yang dinilai aspek psikomotornya, yaitu yang ada kegiatan praktek di laboratorium, di bengkel, atau di studio.
Informasi aspek afektif diperoleh melalui kuesioner atau pengamatan yang sistematik. Laporan aspek afektif (kategori pertama) dinyatakan dengan deskripsi atau keterangan afektif seperti minat siswa terhadap mata pelajaran. Laporan aspek afektif (kategori kedua) seperti kelakukan, kerajinan, dan kebersihan dinyatakan dengan deskripsi afektif siswa. Misalnya, kerjasama baik namun kerajinan kurang.
Hasil belajar aspek kognitif, psikomotor, dan afektif tidak dijumlahkan karena dimensi yang diukur berbeda. Selain itu, bila dijumlahkan akan ada informasi yang hilang, yaitu karakteristik spesifik setiap kemampuan individu.
Laporan hasil belajar berupa laporan penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang berfungsi sebagai umpan balik dari siswa untuk memperbaik strategi pembelajaran. Penilaian sumatif dilakukan di akhir blok pelajaran untuk memberi indikasi tingkat pencapaian kompetensi dasar. Tingkat pencapaian kompetensi dasar siswa dikategorikan lulus dan tidak lulus untuk tiap mata pelajaran. Bagi yang lulus diberikan pengayaan atau diperkenankan mempelajari kompetensi dasar yang lainnya, sedangkan yang belum lulus diberikan remedi (belajar lagi atau berlatih lagi).
Kriteria lulus dan tidak lulus sebaiknya mengacu pada KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal dahulu SKBM – Standar Ketuntasan Belajar Minimal) dengan mempertimbangkan setidaknya unsur-unsur Esensial (kepentingan), Kompleksitas (kesulitan dan kerumitan), Sarana pendukung, Intake (kemampuan siswa).
5. Bagaimana menetapkan alokasi waktu pembelajaran tiap kompetensi dasar?
Untuk merencanakan pembelajaran, lamanya waktu yang diperlukan untuk menguasai Kompetensi Dasar yang ingin dicapai perlu ditentukan alokasi waktunya. Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
6. Bagaimana memilih sumber belajar yang sesuai dengan kompetensi dasar?
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
Sumber belajar yang strategis bagi guru adalah buku, brosur, majalah, surat kabar, poster, lembar informasi lepas, naskah brosur, peta, foto dan lingkungan sekitar. Lingkungan sebagai sumber belajar dapat dibedakan menjadi:
a) Lingkungan alam seperti bentang alam yang berupa gunung, danau, pantai, laut, sungai, dan lain-lain.
b) Lingkungan sosial misalnya keluarga, rukun tetangga, desa, kota, pasar, dan sebagainya.
c) Lingkungan budaya dapat berupa candi, adat istiadat dan sebagainya.
Pembelajaran yang baik memerlukan sebanyak mungkin sumber belajar untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Penentuan materi pelajaran dan sumber belajar harus dipilih, disaring dan diselaraskan dengan Kompetensi Dasar yang ingin dicapai.
Bahan belajar yang dimaksud di sini adalah bahan-bahan yang diperlukan dalam praktikum atau proses pembelajaran lainnya. Bahan-bahan yang digunakan tentunya harus sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
Alat bantu belajar berfungsi memudahkan terjadinya proses pembelajaran. Oleh karena itu hendaknya dipilih alat bantu yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
(1) Menarik perhatian dan minat siswa.
(2) Meletakkan dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal secara konkrit yang sekaligus mencegah atau mengurangi verbalisme.
(3) Merangsang tumbuhnya pengertian dan atau usaha pengembangan nilai-nilai.
(4) Berguna dan berfungsi ganda.
(5) Sederhana, mudah digunakan dan dirawat, dapat dibuat sendiri oleh guru atau diambil dari lingkungan sekitarnya. Salah satu prinsip belajar menyatakan bahwa makin banyak alat bantu pembelajaran dimanfaatkan secara tepat dalam pembelajaran, makin besar daya serap siswa terhadap materi yang dipelajarinya. Dengan demikian, dalam pembelajaran guru harus menggunakan berbagai alat bantu pembelajaran dan memanfaatkannya secara tepat. Memanfaatkan alat bantu pembelajaran secara tepat artinya dapat memilih alat yang cocok dengan materi yang dibahas dan mendemonstrasikan alat tersebut pada saat yang tepat, sehingga dapat berfungsi memperjelas informasi/konsep yang sedang dibicarakan.






yayan berkata,
September 9, 2007 @ 1:11 pm
Materi yang tercantum pada artikel ini cukup bagus. tolong kabarin ke Email saya kalau ada artikel baru
tita berkata,
Oktober 25, 2007 @ 8:12 am
tolong dong kalo ada materi tentang media kartu bagi pembelajaran ekonomi untuk smp nya ntar dikirimin ke email or fs saya ya..
ditunggu bantuannya..
thanks..
hudfi berkata,
Desember 6, 2007 @ 12:06 pm
hatur nuhun pisan , artikel-artikel hebat pisan , mohn ijin untuk mengcopy artikelnya untuk karya tulis ilmiah
Ari berkata,
Januari 9, 2008 @ 5:44 am
tolong kasih tahu saya kalo ada materi atau topik metode penelitian pendidikan dan belajar dan pengajaran disekolah.. makasih ya..bagus baget artikelnya!!
wieta berkata,
Januari 23, 2008 @ 4:32 am
apa sie perbedaan SKBM dan KKM itu tolong cepet balas ya aku butuh bgt
Thx karena ada tugas nie
……………….
………………
…………………
……………….
Lalu Parhanuddin berkata,
April 13, 2008 @ 12:23 pm
materi yang tersaji dalam website ini cukup membantu kami yang sedang belajar. tlng tambah lagi lebih luas materi performance Assessment
mey berkata,
Mei 29, 2008 @ 5:02 am
bagus artikelnya…
tolong dong kalo ada yang punya contoh penilaian apek psikomotor yang pake portofolio..
makasih
nina berkata,
Oktober 29, 2008 @ 5:14 am
bagus tapi tolong dong jelaskan lagi contoh aspek kognitif n efektifnya…
makasih…….
Elisabeth berkata,
Desember 4, 2008 @ 5:57 am
Bagus… Terima kasih, membaca artikel ini membuat saya jadi sedikit “melek” tentang pengembangan silabus…
mudah2an ga merem melek ya…
huekekekekek…
ningrum berkata,
Desember 13, 2008 @ 11:34 pm
trims info berharga.. akan lebih trims d bersyukur jika saya dibantu membuat kisi – kisi instrumen penenlitian tntang hasil belajar konsep dasar matematika untuk anak usia dini, sya kesulitan , walau sudah banyak membaca tp blm paham juga
Puspito Setyarini berkata,
Februari 16, 2009 @ 1:44 pm
Trimakasih atas infonya, namun saya akan lebih berterimakasih lagi apabila ada cara pembuatan indikator untuk mengukur aspek afektif. Sebelumnya trimakasih atas jawabannya.
ayu berkata,
Juli 17, 2009 @ 6:35 am
wah.. keren banget… tp mhn mf ni tolong ajarin buat rubrik penilaian dengan menggunakan model pembelejaran langsung donk… tq be4
towel cake berkata,
Juli 29, 2009 @ 5:23 am
Untuk Guru, jangan kasi contekan dong kalo pas UAN..
banyak kasus tuh..
peace..