Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang yang disebut sebagai pejabat. Memang saya sangat berharap bertemu dengan beliau…maklum lah saya ini hanya sekedar seorang guru yang berasal dari pinggiran kota hujan. Guru yang berasal dari desa, yang hanya memiliki semangat dan idialisme.
Akhir tahun 2006 tepatnya bulan November 2006, saya diutus untuk mewakili sekolah dalam suatu pelatihan. Awalnya saya ragu, bisa tidak ya saya mengikuti acara itu. Bukan tidak bisa karena ada cara lain…tetapi saya hanya berpikir akankah saya menjadi peserta terbaik di Jakarta kelak???
Dua Hari berlalu pelatihan itu berlangsung, saya merasa optimis bahwa kemampuan saya tidaklah jauh dari mereka yang berasal dari kota-kota besar.
Pelatihan itu dilaksanakan selama satu bulan lamanya, hari-hari saya lalui dengan kebersamaan bersama teman-teman yang berasal dari berbagai daerah. Pak Made (Pa’De) dari Bali khas dengan logat Balinya, Pak Roso (Pak Suroso) dari Ungaran yang selalu mengingatkan waktunya makan sudah tiba…, Pak Mapful dan Pak Bambang dari Lampung khas dengan Jogetnya, Pak Sunar Wibawa dari Tanjung Priok yang khas dengan kritikan pedasnya, Pak Iim dan Pak Aam dengan khas sundanya dan banyak lagi…
Tidak hanya itu pemberi materi ternyata didatangkan dari luar Indonesia, mereka datang dari Malaysia, dan Amerika. Dirjen PMPTK bekerja sama dengan Smart360 yang memiliki trainer-trainer handal, misalnya Mr Greeg, Dr Ridzuan dkk, mereka dibawah komando Prof. Azman, Dr. Rosli, Ibu Zahariah, Ibu Fonny dan Ibu Syahrina.
Kami dari 20 sekolah yang mewakili kota-kota di Indonesia merasa dekat, akrab bahkan seperti sudah bertemu beberapa tahun yang lalu…
Diakhir pertemuan kami pun mengucapkan selamat kepada sesama peserta, selamat berpisah, selamat bertugas kembali dan selamat…selamat…selamat…
Dari 20 sekolah akhirnya saya dan enam sekolah lainnya mendapat kepercayaan sekaligus dijadikan sampel dalam rangkaian evaluasi program. Bali, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Jakarta dan Lampung yang dijadikan sebagai sampel.
Dari 7 sekolah akhirnya diambil 2 sekolah yang menjadi perwakilan 20 sekolah yang turut serta dalam pelatihan. Sekolah itu satu diantaranya adalah sekolah dimana tempat saya bertugas.
Senang…bimbang…mesti ada dalam perasaan waktu itu, betapa tidak? Waktu itu saya ditelepon langsung dari Malaysia ’bahwa bapak adalah wakil dari sekolah-sekolah yang 20 itu…’ Subhanalloh…Alhamdulillah…
Akhirnya ditetapkanlah hari dan jam berapa kami mesti bertemu dengan pa Dirjen…
Hari itu satu hari sebelum datangnya bulan suci bagi umat muslim, bulan ramadhan yang kita dambakan…
Impianpun jadi kenyataan, saya bertatap muka, berbincang dan mengemukakan permasalah kami di daerah…
Mo tau apa isi percakapan kami dengan pak Fasli Jalal sebagai Dirjen PMPTK….???






