Arsip untuk Oktober, 2008

Membangun Keterampilan Komunikasi Matematika dan Nilai Moral Siswa Melalui Model Pembelajaran Bentang Pangajen

Oleh: R. Bambang Aryan Soekisno
Tulisan ini disampaikan pada seminar Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Prestasi belajar matematika mengkhawatirkan bahkan mungkin lebih rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Beberapa pelajar tidak menyukai matematika karena matematika penuh dengan hitungan dan miskin komunikasi. Beberapa pelajar juga berpikir bahwa matematika pelajaran yang membosankan, karena penuh rumus dan miskin nilai moral. Kebanyakan pelajar tidak merasa senang ketika belajar matematika. Bentang pangajen adalah sebuah model pembelajaran yang menyajikan pembelajaran matematika dengan menyenangkan dan juga membangun keterampilan komunikasi dan nilai moral. Ada lima langkah dalam model pembelajaran bentang pangajen, yaitu bina suasana, bina konsep, bina ingatan, beri bintang, dan beri hikmah. Keterampilan komunikasi akan terbangun pada langkah ke tiga sampai lima dari model pembelajaran bentang pangajen. Nilai moral siswa akan terbangun pada langkah ke empat dan lima dari model pembelajaran bentang pangajen.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (23) »

Pemuda dan Sumpahnya

Pemuda artinya orang muda baik laki-laki atau perempuan, bisa juga dikategorikan sebagai remaja bahkan dalam kamus besar bahasa Indonesia mengkategorikan sebagai calon pemimpin bangsa.

Bila kita tengok pada masa abad 20-an, Jean Piaget seorang ahli ilmu jiwa bangsa Swiss dengan teori belajar mengajar yang terkenal dengan sebutan teori perkembangan mental mengelompokkan anak dewasa pada usia 11-12 tahun ke atas. Artinya bahwa dewasa adalah telah memiliki kematangan berpikir.

Dua uraian di atas menunjukkan bahwa pemuda adalah remaja yang telah memiliki kematangan dalam berpikir sehingga diharapkan dapat menjadi pemimpin bangsa ini. Tidaklah heran bila pada tanggal 27 Oktober 1928 Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia yang telah memiliki kematangan dalam berpikir menggagas Kongres Pemuda Kedua, kongres ini dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »