Tag

, , ,

Pemuda artinya orang muda baik laki-laki atau perempuan, bisa juga dikategorikan sebagai remaja bahkan dalam kamus besar bahasa Indonesia mengkategorikan sebagai calon pemimpin bangsa.

Bila kita tengok pada masa abad 20-an, Jean Piaget seorang ahli ilmu jiwa bangsa Swiss dengan teori belajar mengajar yang terkenal dengan sebutan teori perkembangan mental mengelompokkan anak dewasa pada usia 11-12 tahun ke atas. Artinya bahwa dewasa adalah telah memiliki kematangan berpikir.

Dua uraian di atas menunjukkan bahwa pemuda adalah remaja yang telah memiliki kematangan dalam berpikir sehingga diharapkan dapat menjadi pemimpin bangsa ini. Tidaklah heran bila pada tanggal 27 Oktober 1928 Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia yang telah memiliki kematangan dalam berpikir menggagas Kongres Pemuda Kedua, kongres ini dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setianya…

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.

Sumpah ini memiliki makna pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci dalam menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dari apa yang dinyatakan.

Delapan puluh tahun sudah berlalu, kini tunas-tunas bangsa mulai tumbuh bak jamur dimusim penghujan. Bila hujan tak turun di daerah lain di belahan negeri ini, namun hujan tetap akan turun di Bogor untuk membasahi bibit-bibit yang akan tumbuh subur dan memberi warna dibelahan negeri.

Bogor dengan sebutan kota Hujan, tetap setia menyirami para Blogor agar menjadi tunas-tunas bangsa yang akan selalu memberi inspirasi dalam membangun Bogor tercinta. Blogor adalah komunitas Blogger Bogor yang terdiri dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa (pemuda) peduli akan perkembangan yang terjadi, peduli anak-anak yatim, memberikan keleluasaan berpendapat, juga merupakan sarana komunikasi serta sarana belajar diluar bangku sekolah.

Seperti yang diungkap oleh pak Sjapri Mangkuprawira, blog merupakan media untuk merefleksikan sesuatu dari pengeblognya. Jenis refleksi begitu beragamnya. Mulai dari jenis blog yang isinya santai ria, curhat, pengalaman hidup, sampai yang berisi setengah serius (populer) sampai yang serius.

Blogor dengan semangat sumpah pemuda tetap memiliki komitmen dalam membangun negeri ini. Ini sesuai dengan “sumpahnya” yang tertuang dalam pembentukan Komunitas Blogger Bogor, yaitu : Belajar – Berkarya – Bersilaturahmi dan Berbagi.

Bila kita urai, belajar memiliki makna ada perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman dari atau latihan, berkarya berarti berbuat sesuatu yang menghasilkan ciptaan, silaturahmi dapat diartikan sebagai menyambung hubungan kekeluargaan dan berbagi artinya memberikan sesuatu kepada orang lain dengan percuma. “Sumpah” Blogor sangat memilki makna, ini dibuktikan dengan sikap nyata dalam kehidupan dimasyarakat.

Semoga dengan hari jadi Sumpah Pemuda kali ini Blogor memiliki cengkraman dan daya dobrak yang kuat dalam membangun masyarakat Bogor.