Pendidikan Berkarakter vs Kecurangan di Ujian Nasional

Tag

,


Masih hangat dalam ingatan kita, berita seorang ibu sebut saja ibu Siami dari anak yang sekolah di SD melapor bahwa terdapat perilaku tidak terpuji yang dilakukan oleh “sekolah” karena anaknya telah diberi jawaban dalam ujian nasional baru-baru ini.

Beberapa tahun lalu juga ujian nasional menjadi perdebatan yang membuat negeri ini menjadi hangat, silang pendapat terjadi janganlah ujian nasional dijadikan penentu kelulusan ada juga yang berpendapat tidak perlu ujian nasional diadakan karena membuat para siswa menjadi cemas, takut bahkan stress. Dan akhirnya kemendiknas menetapkan 60% dari nilai ujian nasional dijadikan penentu dalam kelulusan. Masih ada siswa yang tidak lulus di tahun 2011, dan ini wajar menurut saya karena dalam kegiatan itu mesti ada yang berhasil dan tidak berhasil atau ada yang lulus dan tidak lulus.

Tahun ini, kembali ramai pasca ujian nasional.

siapa yang membuat ramai?

sekolah kah? Baca lebih lanjut

POLLING


Eco-ATK: Kecil tapi Berarti

Tag

, , , , ,


Eco ATK: Refill your Pencil & Pen!

Tahun 1990-an….Bogor adalah kota yang nyaman, sejuk dikala panas dan bertambah sejuk ketika hujan rintik-rintik menyapa….gelegar petir pun bukan sebuah ketakutan….tapi bagaikan petikan gitar Richi ‘Bon Jovi’ Sambora menambah semangat saat hujan deras menjerit.  Sindang Barang ke Baranangsiang hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 20 menit.  Jalan raya sepanjang Gunung Batu, Merdeka, Sempur, dan Pajajaran melenggang….walaupun bemo bertebaran….tapi dedaunan sepanjang jalan mampu meredam para bemo yang tebatuk-batuk.

Kini, kesejukan Bogor mulai menyusut, seiring macetnya jalan sepanjang Gunung Batu, Sempur, dan Pajajaran.  Walau batuknya bemo tak ada lagi, tetapi asap yang dikeluarkan ribuan kendaraan tak mampu diserap oleh pepohonan di sepanjang jalan Bogor, bahkan Kebun Raya.  Bogor pun menjadi kota yang panas, sama panasnya dengan Jakarta.

Bogor memanas….adalah sebagian dampak dari perubahan iklimPerubahan iklim yang terjadi karena kita tidak bijaksana memperlakukan bumi dan berprilaku di bumi ini.  Apakah kita harus berdiam diri? Membiarkan semuanya terjadi? Bisakah kita berpartisipasi mengurangi dampaknya?  Perduli pada lingkungan, pada bumi tempat kita tinggal itulah yang  harus kita lakukan.

Matematika!!!!  Apa yang bisa diperankan oleh saya sebagai guru matematika dalam mengajak siswa saya perduli pada lingkungan, perduli pada bumi….? Pertanyaan itu bergelanyut dalam pikiran saya. Saya sadar bumi tempat satu-satunya kita menggantungkan hidup kita.  Berbagai ekspedisi sudah dilancarkan….tapi sampai kini belum ada satu planet pun yang bisa kita tempati, jadi tak mungkin kita migrasi kemana-mana.

Ah, saya tidak berpikir muluk-muluk dan besar, saya pun mulai melakukan hal yang kecil-kecil saja.  Dimulai dari memanfaatkan kertas bekas untuk soal ulangan atau jawaban dari ulangan!!! ya, di sekolah banyak sekali kertas bekas menumpuk, kertas yang sudah terisi bagian depan, tetapi bagian belakangnya masih polos.  Tumpukan kertas-kertas itu biasanya serta merta ditumpuk untuk dikilo dan dijual.  Saya mencoba memanfaatkan kertas itu untuk memprint/mencetak soal ulangan.  “Wah, Pak! Soal ulangannya yang mana?” “Irit banget si Bapak mah!”  “Ini buat kotretan bukan, Pak?” Begitulah seloroh para siswa, ketika saya menyodorkan kertas soal dan jawaban dari kertas bekas.  Seloroh itu saya jawab dengan ajakan keperdulian mereka menjaga planet ini!’ .  Kertas dibuat dari kulit kayu, kulit kayu didapatkan dari pohon, pepohonan itu hasil tebangan dari hutan, hutan berperan dalam menjaga dan menekan perubahan iklim.

Baca lebih lanjut

2010 in review


The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

About 3 million people visit the Taj Mahal every year. This blog was viewed about 49,000 times in 2010. If it were the Taj Mahal, it would take about 6 days for that many people to see it.

 

In 2010, there were 6 new posts, growing the total archive of this blog to 58 posts. There were 35 pictures uploaded, taking up a total of 2mb. That’s about 3 pictures per month.

The busiest day of the year was May 4th with 582 views. The most popular post that day was Free Download Software Matematika.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, lintasberita.com, google.co.id, facebook.com, and lowongankerjamu.com.

Some visitors came searching, mostly for software matematika, pembelajaran, pembelajaran kontekstual, kurikulum 1984, and ctl.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Free Download Software Matematika March 2008
57 comments

2

Bagaimanakah Perjalanan Kurikulum Nasional (pada Pendidikan Dasar dan Menengah) ? May 2007
94 comments

3

Hakikat Pembelajaran Kontekstual August 2007
31 comments

4

Penalaran Deduktif dalam Matematika May 2007
14 comments

5

“GERAKAN” PENDEKATAN KONTEKSTUAL (baca: CTL)DALAM MATEMATIKA SEBUAH KEMAJUAN ATAU JALAN DI TEMPAT ? July 2007
29 comments and 1 Like on WordPress.com,

Sedikit tentang Alfametika

Tag

, , , , , , ,


Pada tulisan ini sekedar memaparkan materi yang bisa digunakan untuk memperkuat konsep penambahan.

Tahukah Anda cara menyelesaikan soal-soal penambahan berikut ini, baik dengan penambahan sederhana dalam (a) dan dengan mengisi angka-angka yang hilang dalam (b).

a) b)

Baca lebih lanjut

PEMBUATAN BAHAN AJAR TERINTEGRASI NILAI

Tag

, , , , , , ,


Proses Belajar Mengajar (PBM) senantiasa melibatkan tiga unsur yaitu pembelajar, pengajar, dan bahan ajar.  Interaksi yang terjadi pada ketiga unsur PBM adalah ketergantungan yang saling menguntungkan dalam rangka mengkontruksi pengetahuan.   Bahan ajar merupakan rujukan dalam proses mengkonstruksi pengetahuan.  Pengajar merujuknya untuk mengorganisasi dan mempresentasi pelajaran.  Pembelajar merujuknya untuk memahami dan mengembangkan strategi belajar tertentu.  Interaksi antara ketiga unsur digambarkan dalam model trilogue PBM seperti Gambar 1.  Pada Gambar 1, tampak bahwa bahan ajar berfungsi sebagai bahan rujukan guru dan siswa.  Sebagai bahan rujukan guru dan siswa, maka bahan ajar haruslah memenuhi kriteria mudah diajarkan guru dan mudah dipahami siswa.

Bahan ajar atau teaching-material bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.  Sebuah bahan ajar paling tidak  mencakup : Baca lebih lanjut

Rindu untuk menemani mu…

Tag


Lama sudah tidak lagi saya menyentuh mu…, lama sudah saya tidak menjamah mu…, namun hari ini saya berusaha mendekati dan membuka apa yang ada pada dirimu…
esok atau lusa saya akan mencoba lagi membuka apa yang ada pada mu…akan saya tuliskan kegundahan dihati dan pikiran ini…semoga apa yang saya tulis kelak dapat juga bermanfaat bagi ummat yang mau membuka mu…
niat ini akan saya tunjukkan dengan perbuatan yang nyata dalam menulis kembali halaman demi halaman yang ada di blog ini…
semoga niat ini tercapai dan mendapat ridho dari Alloh SWT…amin…

Mulailah Pembelajaran dengan Baik

Tag

, ,


Awal pertemuan dalam pembelajaran adalah kunci kesuksesan, mengapa tidak?

Pandangan pertama sangat mengesankan adalah modal awal dalam setiap pertemuan, setelah itu proses dan frekuensi yang berperan dalam menilai apakah kegiatan selama pertemuan itu baik atau tidak. Tidak dapat dipungkiri pertemuan diakhir kegiatan juga sangatlah menentukan kwalitas dari kegiatan tersebut.

Berikut saya utarakan beberapa tips untuk guru bagaimana mempersiapkan, memulai proses pembelajaran, dan mengakhirinya bahkan sampai pada tahap evaluasi. Tips tersebut sengaja disampaikan dalam bahasa aslinya, karena khawatir bila salah menafsirkan.

Inilah cuplikannya…

Baca lebih lanjut

Selamat Hari Guru


buku4

Tak terasa sudah genap usia bertambah…

16 tahun sudah berlalu guru muda yang energik terus melaju…

menggapai angan nan jauh disana…

sederhana, tak banyak ulah, hanya satu obsesi memajukan pendidikan di negeri ini

namun kini usia menjelang 40 tahun belumlah cukup  waktu untuk berkarya demi anak bangsa

dapatkah obsesi itu tergapai…??

Selamat Hari Guru…

Semoga pengorbanan yang engkau curahkan setidaknya dapat mengangkat harkat dan martabat anak didikmu wahai guruku….